Pertama saya akan membahas mengenai Long Distance Relationship. seperti yang bisa kalian baca di atas tersering kali orang orang jenuh melakukan hubungan jarak jauh karena alasannya "ahh ujung ujungnya juga putus", mengapa? karena apa yang tertanam di mindset kita membuat kita meragukan pasangan kita. LDR memang sulit tetapi dapat di jalani seuai dengan potongan kata kata yang pernah saya baca "LDR hanya di lakukan bagi pasangan yang kuat." karena pada saat kita memutuskan untuk LDR kita harus memikirkan apakah kita siap atau tidak dan bagaimana membuat kata LDR yang negatif menjadi positif. Seperti yang kita tau hubungan yang terlalu di bawa serius hingga obrolannya juga serius akan berdampak kebosanan karena salah satu atau keduanya pasti merasa hubungan ini flat atau rata. selingi obrolan dengan canda tawa atau dengan sesuatu yang baru yang menyenangkan. Hal yang paling penting yang harus di bangun dalam LDR adalahhh rasa percaya terhadap pasangan. Karena rata rata pada saat LDR kita memiliki kesibukan yang berbeda atau mungkin waktu yang berbeda. Disinilah rasa percaya akan di uji dan di pertimbangkan karena terkadang kita merasa bahwa pasangan kita mulai tidak peduli atau malah selingkuh. Ketika kita sudah percaya pada pasangan kita, kita tidak akan merasa sakit hati atau galau pada saat dia sibuk atau tidak sempat. Tetapi jika pada awalnya tidak diiringi rasa percaya maka salah satu dari pasangan pasti marah atau bahkan meminta putus.
"LDR bukanlah alasan hubungan harus berakhir,
Tetapi LDR adalah dasar dari hubungan yang kokoh."
Arti kedua dari LDR adalah Love Different Religion yaitu cinta beda Agama. Cinta beda agama memang sangat sering kita lihat atau kita dengar. Karena di kalangan masyarakat ini sudah tidak aneh lagi. Tetapi tidak sedikit juga pasangan yang melakukan LDR ini mengakhiri hubungannya atau putus atau bahkan bercerai. Mengapa ini terjadi? Tersering kali kita salah mengartikan apa arti dari buku buku suci yang kita baca. Sehingga kita melakukan tindakkan bodoh seperti putus dengan pasangan kita. Sebenarnya tidak ada larangan dalam berpacaran atau menikah beda agama yang penting adalah sama sama percaya kepada Tuhan. karena pada dasarnya Tuhan sudah menentukan jodoh kita.
Saya pernah mendengar cerita dari seseorang yang melakukan pacaran berbeda agama. Pada awalnya pasangan ini sangatlah bahagia dan penuh dengan keceriaan. Tetapi semua kandas ketika salah satu dari pasangannya salah mengartikan perkataan dari pengajar Agamanya sehingga mereka hsarus putus padahal di kedua sisi mereka saling menyayangi. Dan pada akhirnya si cowok menyesal dan meminta saran kepada pengajar Agamanya kemudian setelah di beri kejelasan maka si cowok meminta untuk melanjutkan hubungannya lagi dengan sang wanita, dan akhirnya mereka kembali berpacaran. Lalu tidak lama kemudian mereka mengalami suatu masalah yang sama di mana si cowok mulai salah mengartikan buku sucinya.sehingga mereka putus dan pada tidak lama kemudian si cowok mulai merasa kehilangan seseorang yang dia sayang. Sampai dia merasa dia adalah orang terbodoh di dunia yang meninggalkan seseoran yang dia sayang dan menyayangi dia apa adanya.
Dari cerita di atas kita dapat mengambil makna bahwa jika kita mendengar atau membaca sesuatu kita tidak boleh mengartikannya mentah mentah atau tanpa memikirkan kedepannya. Jangan sampai menyesal karena mengambil keputusan yang salah dan akhirnya membuat diri kita mengalami luka yang dalam.
"Agama bukanlah penghalang untuk menjalani hubungan,
Agama merupakan perantara untuk hubungan yang harmonis,
Dan di dalam Agama kita belajar saling mengasihi."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar